Wednesday, September 4, 2013

CHARGER SMARTPHONE SEPANJANG MALAM?

Pernah menggunakan smartphone kamu sebagai sumber koneksi internet dengan cara tethering? Ketika sudah malam tapi list download belum kelar, mata sudah ngantuk dan terpaksa membiarkan hape tertancap dengan charger sambil dikipas agar koneksi tetep lancar dan hape tidak panas, lalu ketemu pagi hari. Ya, seperti inilah ketika saya memanfaatkan hape. Permasalahannya adalah bagaimana dengan baterai hape saya yang dicharge sepanjang malam bahkan ketemu pagi? Rusak? Drop? Atau baik-baik saja? Jawabanya adalah baik-baik saja menurut saya. Kenapa? Karena vendor smartphone sudah membuat rule yang jelas dari proses charging. Seperti apa? Ketika daya baterai sudah pada state 10% misalnya, kita harus charge hape sampai penuh kembali 100%. Setelah penuh 100% pengisian daya atau proses charging dihentikan oleh sistem dan baterai tidak lagi menerima daya. Pengisian daya akan dilakukan kembali ketika daya baterai pada state di bawah 100%, 97% misalnya. Dan hal ini sepertinya juga bisa kita amati dengan cek indikator icon baterai, setelah penuh meski charger terus tertancap tapi indikator charger tidak berjalan. Atau dengan merasakan panasnya amaptor charger, sewaktu pengisian daya dari 10% sampai 100% adaptor charger terasa panas dipegang, tapi setelah penuh adaptor terasa lebih dingin bahkan sama sekali dingin. Jadi intinya sistem telah mengatur ketika daya sudah penuh, arus diputus.


Jadi itu alasan saya tetap membiarkan hape tersambung usb charger sampai pagi. Dan sudah lama saya masih merasakan performa baterai hape saya seperti baru beli dulu, Xperia S,ray, juga iPhone tetap fit. Nah bagaimana menurut pengalaman kamu? Atau mau menambahkan alasan yang lebih teknis? Silahkan memberi komentar.

0 comments: