Mencukur Rambut Kemaluan: Ya atau Tidak?

Friday, March 15, 2013

Mencukur Rambut Kemaluan: Ya atau Tidak?


Mencukur rambut kemaluan memiliki beberapa konsekuensi yang mungkin harus Anda pertimbangkan kembali.


Merusak folikel rambut

Ketika Anda memaksa untuk tetap mencukur rambut kemaluan, Anda berisiko mengalami benjolan merah dan berisiko rambut tumbuh ke dalam.

Tapi mencukur rambut kemaluan dapat menyebabkan kerusakan permanen di area sensitif tersebut.

Pikirkan lagi! Kulit di daerah kemaluan Anda memiliki ratusan pori-pori dan menjadi tempat untuk sekresi. Bagaimana nasibnya ketika Anda berkeringat nanti.

Membuat malu saat berhubungan seks

Jika Anda mencukurnya hingga botak, apa kata pasangan Anda? Yang ada, pasangan Anda ogah untuk bercinta karena berpikir dirinya bercinta dengan boneka manekin.

Ada alasan mengapa Tuhan membiarkan rambut tumbuh di area sensitif. Seperti saat berhubungan seks, terjadi banyak gesekan. Rambut kemaluan ini akan bertindak sebagai penghalang antara alat kelamin dan kulit. Kulit di bawah sana itu super sensitif. Tanpa itu semua, Anda rentan terhadap gesekan dan ruam-ruam merah.

Meskipun begitu, karena risiko kesehatan beberapa orang memutuskan untuk memangkasnya. Ya, benar karena bakteri bisa tumbuh akibat keringat dan lembab di area sensitif tersebut. Tapi, jangan mencukur sampai habis, cukup setengah sentimeter saja. Dan jangan lupa perhatikan kebersihan alat sebelum mencukur ya.

0 comments :