Ahok: Sistem tilang online tak ada lagi prit jigo-prit gocap

Tuesday, February 12, 2013

Ahok: Sistem tilang online tak ada lagi prit jigo-prit gocap


Sistem Electronic Road Pricing (ERP) diperkirakan akan dilaksanakan pada tahun ini. Percepatan penerapan sistem ERP bertujuan untuk memberikan rasa kenyamanan bagi warga Ibu Kota yang menggunakan jalan raya.

Penerapan ERP nantinya dapat mengetahui STNK maupun pelat nomor bodong. Sehingga, diperlukan pengkajian bagi pemasang alat tersebut, sebab setiap pemasangan alat tersebut akan mendapat potongan 50 persen dari biaya umumnya.

"Kami maunya tahun ini. Pokoknya kita mau kebutlah semua tahun ini. Pak gubernur maunya kalau bisa semalam, semalam jadilah,"ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Senin (11/2).

Dia mencontohkan saat pembayaran pajak STNK yang dilakukan setiap tahun. Nantinya, pembayaran tidak perlu lagi datang ke Samsat. Dengan menggunakan sistem online, dapat melalui potong rekening melalui bank yang dimiliki.

"Lewat situ nanti dipotong rekeningnya lewat bank punya dia," katanya.

Hal tersebut juga berlaku bagi tilang. Menurut mantan Anggota Komisi II DPR ini tidak perlu lagi ada oknum nakal yang memalak para pengemudi dengan alasan melanggar rambu-rambu lalu lintas.

"Tilang juga gitu. Kalau ada pelanggaran enggak ada lagi oknum prit jigo, prit gocap enggak ada sistem itu," jelasnya.

Ahok menegaskan, dengan sistem elektronik akan membuat pengawasan terhadap keabsahan mobil dapat berjalan baik. Sebab, melalui sistem tersebut dapat dilihat apakah mobil tersebut hasil curian atau asli kepemilikannya.

"Nyambung surat, tapi kan kalau pengesahan kan mesti kerjasama sama polisi kan," tandasnya.

Dalam pemotongan langsung melalui rekening milik kendaraan bermotor, Ahok mengatakan perlu adanya kerjasama dengan bank lagi. Tetapi, pihaknya juga akan melakukan kalkulasi terlebih dahulu, karena jika bank tidak bersedia bekerjasama maka akan mengeluarkan biaya puluhan miliar.

"Jadi perusahaan itu tender. Perusahaan mana yang mau bangun, jadi sistemnya begitu dia bangun langsung transfer ke kita. Jadi Build–operate–transfer (BOT) or build–own–operate–transfer (BOOT), bangun-mengoperasikan-nanti kita bayar cicil. Lalu kita tentukan misalnya ERP kita tentukan mau berapa duit. Kepolisian juga diuntungkan karena sistemnya sama-sama praktis," jelasnya.

Perangkat untuk sistem online nantinya akan diadakan oleh Pemprov dengan cara ditenderkan. Sehingga tidak ada sistem pinjam uang.

"Jadi kita tendernya, misalnya kalian ada beberapa perusahaan yang menyediakan alat itu kita tenderkan pakai uang kalian dulu, terus nanti siapa yang ngasih rate paling menguntungkan," katanya.

Untuk penerapan sistem tersebut, Ahok menegaskan harus melibatkan semua pihak agar memperoleh teknologi dengan sistem terbaik. Namun, program baru yang dicanangkan tersebut tidak harus dilakukan dengan cara studi banding ke luar negeri, tetapi cukup melihat melalui Youtube.

"Ga usah studi banding. Nonton di Youtube juga ada. Norwegia juga salah satu yang punya kemampuan itu. Makanya kita mesti tes. Jepang juga bisa. Kita maunya juga gitu," jelasnya.

Ahok mengatakan, di dunia ini hanya dua sampai tiga negara yang menerapkan sistem ERP. Sehingga, Pemprov harus benar-benar mencari teknologi yang sesuai dengan Indonesia.

"Mohon maaf saja nih ya, di Indonesia ini kan orang bawa mobil suka seenaknya saja nih. Kalau teknologi yang enggak ada radar enggak bisa nangkap lolos itu mobil," katanya.

Dia mencontohkan di Jepang dan Singapura teknologi untuk sistem tersebut terbilang sukses. Sebab, tidak ada satu pun pelanggar lalu lintas yang lolos dari jeratan sistem tersebut.

"Kita makanya musti cari, dia lari pun masih bisa dikejar karena dia ada dua sisi kamera bisa tangkep lagi. Ada sensor bisa main. Di Indonesia musti butuh teknologi itu. Kalau enggak nyalip orang," katanya.

Adapun yang termasuk golongan untuk pelanggaran yang dikenakan tilang, Ahok mengatakan ada berbagai macam. Dia mencontohkan jika ada pengendara melewati di jalur kuning atau di-yellow box maka secara langsung terekam kamera.

"Kami pasang kamera dan kami bisa tembak kamu punya pelat nomor. Begitu tahu kamu injek, kita foto terus kita kirim. Kalau alamat ga jelas, pas kamu nyambung STNK kita blok. Ketahuan kan," tandasnya.

0 comments :