Saturday, October 13, 2012

Awas, bandit cilik berpisau ancam penumpang kereta Jakarta

Kriminalitas di Jakarta semakin memprihatinkan. Tidak hanya anak dewasa melakukan tindakan kriminal, tetapi juga ada anak baru gede (ABG).

Pelaku kriminal ini usianya baru belasan tahun. Tetapi sudah nekat mencari duit dengan menodong. Adalah Angga (13), Jawa (13), dan Abang (14) melancarkan aksinya di kereta wilayah Jakarta.

Dengan membawa pisau, ketiganya menodong Abdurrahman (21) saat duduk di bangku dalam gerbong kereta api yang sedang berhenti di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (10/10) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Para bandit cilik itu juga merampas tasbih milik korban seharga Rp 275 ribu saat sedang dikalungkan di leher. Usai menguras uang, handphone dan dompet milik korban, mereka langsung melarikan diri.

Abdurrahman pun tak tinggal diam, dia mengejar ketiga bandit cilik tersebut dengan dibantu warga. Salah satu pelaku yaitu Angga berhasil tertangkap dan diserahkan ke Polsek Tanah Abang. "Yang dua Jawa dan Abang berhasil lolos dan sedang kami kejar," ujarnya.

Tindakan miris ini sudah di luar batas kenalaran. Bagaimana bisa seorang anak sudah berani melakukan tindakan kriminal.

"Anak seperti itu hanya korban, mungkin anak itu korban diperalat dari dewasa lain, selain itu keadaan ekonomi, anak itu harus dilindungi ditampung oleh negara," kata Kaka Seto, pemerhati anak kepada merdeka.com, Jumat (12/10).

Meski melakukan tindakan kriminal, Kak Seto berharap pelaku yang ditangkap tidak dihukum. Sebab, mereka sebenarnya tidak tahu apa risiko yang dilakukan.

"Jangan dijatuhi hukuman, dekati dengan kekuatan cinta, pendekatan yang tepat bisa ubah yang buruk jadi baik kembali. Kalau ditahan malah bisa lebih fatal dan jadi bisa lebih kriminal lagi," ujar Kak Seto.

0 comments: